Perlu Orangtua Ketahui! Inilah Gangguan Pencernaan Pada Anak Bayi yang Sering Dialami

Perlu Orangtua Ketahui! Inilah Gangguan Pencernaan Pada Anak Bayi yang Sering Dialami

Tidak hanya orangtua, anak bayi juga dapat mengalami gangguan pencernaan. Hal ini disebabkan pencernaan anak bayi di bawah 1 tahun belum sempurna. Maka itu, ibu harus berhati-hati saat berurusan dengan jenis makanan yang bisa bayi konsumsi. Berikut ini gangguan pencernaan pada anak bayi yang sering dialami.

Kolik

Gangguan pencernaan ini sebenarnya lebih sering dialami oleh anak yang berusia 5 tahun ke atas. Namun, bukan berarti anak bayi tidak bisa mengalaminya. Untuk anak berusia di bawah umur 1 tahun sering mengalami sakit perut yang disebut dengan kolik infantile. Gejala kolik infantile ini yaitu bayi bisa tiba-tiba menangis dengan intensitas tinggi lalu berubah menjadi tenang.

Hal ini terjadi karena bayi mengalami sakit yang sangat hebat lalu sakitnya berangsur – angsur menghilang. Biasanya, sakit perut ini akan terjadi pada sore dan malam hari. Sakit perut ini juga diikuti dengan kembung dan muntah. Kolik infantile bisa disebabkan oleh alergi susu sapi dan intoleransi laktosa (bayi tidak dapat mencerna laktosa yang dikandung susu).

Diare

Diare yang terjadi pada anak bayi dengan usia kurang dari 2 tahun pada umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Bayi akan membaik dengan sendirinya dalam waktu kurang dari seminggu. Bayi yang mengalami diare biasanya juga bisa muntah yang diikuti dengan gejala demam.

Anda para orangtua harus waspada jika frekuensi diare anak semakin sering dan diikuti dengan muntah, sakit perut, tidak keluar air mata ketika menangis, darah dalam tinja, tidak mau minum, demam tinggi, mulut dan lidah yang kering. Kondisi tubuh bayi yang seperti ini bisa menyebabkan dehidrasi. Bila ini yang terjadi, segera bawa anak Anda ke dokter.

Sembelit

Kurangnya pemberian minum, buah dan sayuran, atau takaran susu yang berlebihan dapat menimbulkan konstipasi atau sembelit. Agar bisa mengatasi hal ini, Anda bisa memberikan banyak air putih, buah-buahan dan sayuran untuk anak bayi. Konstipasi yang terjadi sejak bayi lahir dan disertai dengan gejala perut kembung serta pertumbuhan bayi yang tidak baik. Ini juga bisa jadi merupakan pertanda kelainan hirschsprung.

Kelainan yang satu ini akibat saraf yang tidak terbentuk di bagian paling ujung dari usus besar sehingga bagian tersebut akan menjadi kaku dan tidak bisa mengeluarkan tinja. Sedangkan bagian atasnya akan bekerja lebih keras sehingga timbul pelebaran usus.

Kembung

Biasanya kondisi kembung disertai juga dengan gejala gangguan pencernaan lainnya, termasuk muntah, sakit perut, diare, dan konstipasi. Agar bisa mengatasi kembung bayi harus diketahui dulu penyakit dasar yang bisa menyebabkan bayi kembung. Jika penyakit dasarnya diobati dan sembuh, perut kembung otomatis akan hilang.

Selain karena gangguan pencernaan, kembung juga dapat terjadi bila bayi menelan banyak udara. Salah satu penyebabnya adalah bayi yang minum dari susu botol dengan lubang dot terlalu besar atau terdapat kebocoran pada dot.

Muntah

Refluks gastroesofagus atau RGE, adalah kembalinya isi lambung ke kerongkongan dan terus keluar lewat mulut yang merupakan salah satu kelainan paling sering menyebabkan bayi muntah. Biasanya, ini akan sering terjadi hingga bayi berusia 1 tahun. Asalkan bayi tidak menolak minum susu dan berat badan bayi tetap naik, Anda para ibu tidak perlu terlalu khawatir akan kondisi ini.

Selain RGE, kelainan lain yang dapat menjadi penyebab bayi muntah adalah hypertrophic pyloric stenosis (HPS). Ini merupakan kondisi di mana terjadi penyempitan pada saluran usus daerah pylorus akibat dari menebalnya otot dinding usus. Penebalan ini membuat makanan atau minuman menjadi terhalang masuk usus 12 jari. Akibatnya, makanan atau minuman akan dimuntahkan kembali.

Nah, itulah gangguan pencernaan pada anak bayi yang sering terjadi. Jika anak Anda mengalami salah satu gangguan diatas, maka segeralah atasi!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *